Serba serbi @TwoCups coffee (Jalur dua Ngabang, Landak, Kal-Bar)










READ MORE - Serba serbi @TwoCups coffee (Jalur dua Ngabang, Landak, Kal-Bar)

Happy di Bagan Asam

Depan Sekolah

Bersama Kepala Sekolah (Tengah)

Di ruangan kelas

Bersama semua siswa SMPN 3 Satap Toba

Kepala Sekolah

Guru-Guru SMPN 3 Satap Toba

Guru-Guru SMPN 3 Satap Toba

READ MORE - Happy di Bagan Asam

Dusun Bagan Asam Saat Ini Dan Jalan Darat Yang Belum Juga Terealisasi

Salah satu faktor pendukung kemajuan suatu daerah adalah infrasruktur yang tersedia. Infrastruktur itu bisa berupa jalan, kantor pelayanan kesehatan (Pustu atau Poskesdes), bangunan sekolah, dll. Tidak dipungkiri memang masih banyak daerah yang belum memiliki infrastruktur yang baik, seperti jalan yang tidak bisa dilewati kendaraan atau hanya berupa jalan tikus, sekolah masih banyak yang rusak, kantor pelayanan kesehatan yang kurang memadai. Jika berbicara mengenai infrastruktur maka tidak akan habis-habisnya, selagi daerah tersebut dalam masa perkembangan. Dalam tulisan ini penulis memfokuskan pada suatu daerah yang terpencil yang terletak di Dusun Bagan Asam Kecamatan Toba Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat yang belum memiliki akses jalan darat.

Sejak dusun Bagan Asam berdiri puluhan tahun yang lalu, masyarakatnya sudah terbiasa menggunakan jalur sungai sebagai jalur transfortasi utama. Setiap hari mereka menggunakan sungai untuk semua keperluan, seperti akses berpergian dan mata pencaharian. Mereka sangat menikmati kehidupan seperti ini, salah satu sebabnya karena mereka mudah menemukan apa saja yang mereka perlukan untuk memenuhi kebutuhan kehidupan mereka. Jika ingin memenuhi konsumsi harian, mereka dengan mudah memancing dan mendapatkan ikan yang banyak, jika mereka ingin membuat rumah, mereka hanya perlu berjalan beberapa menit saja untuk mengambil kayu yang sudah disediakan oleh alam. Intinya masyarakat Dusun Bagan Asam sangat dekat dengan alamnya.

Untuk berpergian ke daerah tertentu atau bahkan ke ladang padi atau kebun karet mereka juga harus mengayuh sampan hingga sampai ke tujuan. Rata-rata mereka butuh minimal lima belas menit berkayuh hingga sampai ke kebun, dan keadaan ini berjalan berpuluh tahun lamanya hingga dari generasi ke generasi. Jika mereka harus ke daerah lain atau mencapai kota kecamatan Teraju, mereka harus menggunakan speed boat yang menggunakan mesin. Dengan biaya bensin yang sangat mahal. Untuk sekali jalan mereka harus mempersiapkan uang sekitar 150 ribu untuk biaya bensin saja, belum lagi mereka harus menumpang motor darat, karena tidak mungkin berjalan kaki untuk mencapai kota kecamatan, dan ujung-ujungnya mereka juga membawa oleh-oleh yang bisa mereka beli di pasar Kecamatan.

Kehidupan yang tidak mudah bagi generasi saat ini atau generasi kekinian. Jalan darat yang tidak ada, lampu PLN tidak ada, akses internet tidak tersedia, dan bahkan banyak dari mereka yang tidak mengenal internet dan laptop. Disamping tidak tersedianya infrastruktur jalan darat, ekonomi yang semakin terpuruk dengan rendahnya nilai jual karet membuat warga tidak memiliki daya beli. Saat ini mereka mengkonsumsi apa adanya, bahkan tidak memiliki uang untuk membiaya kebutuhan sekolah anak-anak mereka. Tidak banyak anak-anak yang bisa melanjutkan ke jejang SMA. Kebanyakan dari mereka hanya sampai pada SMP, itupun karena ada SMP Negeri satu atap yang membantu pendidikan sampai ke jenjang sekolah menengah pertama. Penulis hanya mengetahui satu orang saja yang saat ini masih menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi, semoga selesai dan membuat perubahan.

Anak-anak di dusun ini juga terlihat malas. Banyak dari mereka yang putus sekolah dan umumnya yang masih menempuh pendidikan di jenjang SMA. Rata-rata yang putus sekolah kembali lagi ke Bagan Asam dan menjalani profesi seperti orang tuanya yaitu bertani karet dan penangkap ikan. Tidak banyak dari mereka yang menjadi pekerja harian lepas di perusahaan sawit, tapi biasanya tidak berlangsung lama, kemudian balik lagi ke profesi awal. Bertahun tahun kehidupan masyarakat tidak mengalami perubahan. Terlihat mereka menikmati kehidupan yang mereka jalani saat ini, kehidupan lebih banyak dilakukan dengan bersantai-santai. Tidak ada terlihat motivasi atau target untuk bersaing ke arah yang lebih baik. Atau mungkin karena daerah yang terpencil membuat situasi seperti ini?, atau kah memang karakter mereka yang sejak dulunya telah mendarah daging?, mungkin saja.

Krisis harga karet yang semakin mengalami penurunan yang membuat mereka semakin sadar bahwa mereka harus bekerja keras untuk mencari tambahan untuk kehidupan mereka. Banyak dari mereka yang beralih profesi menjadi pekerja lepas di perusahaan sawit yang beroperasi tidak jauh dari Dusun Bagan Asam. Walaupun tidak jauh, mereka juga harus menggunakan speed boat untuk mencapai daerah tersebut, dan biayanya juga cukup mahal. Andaikan saja ada akses jalan darat, maka kemungkinan akan merubah cara pandang warga tentang kehidupan.

Dusun Bagan Asam adalah salah satu tempat yang lumayan asik buat enjoying the life dengan melakukan hal-hal yang sudah tidak biasa dilakukan oleh masyarakat di perkotaan. Misalnya memancing langsung di sungai yang masih banyak ikannya, menaiki sampan menyusuri sungai, kumpul-kumpul dengan warga sekitar dengan membicarakan hal-hal yang ringan, pergi ke kebun karet, main bola di lapangan yang bertanah/berlumpur, dll. Tidak ada terasa persaingan status sosial atau ekonomi di daerah ini, karena rata-rata memiliki status sosial yang sama. Tetapi walaupun jauh di daerah terpencil, menurunnya kondisi ekonomi pun sangat terasa. Terlihat harga-harga pangan dan sandang yang di dapatkan di kota pun naik. Sehingga wargapun harus semakin rajin untuk mencari ikan sebagai sumber konsumsi yang mudah di dapat.

Akses jalan darat yang sangat di dambakan oleh semua warga Dusun Bagan Asam. Telah dikatakan penulis bahwa mungkin salah satu cara merubah pandangan terhadap kehidupan adalah dengan tersedianya akses jalan darat, sehingga pengaruh positif dari luar akan masuk ke Dusun yang terisolir ini. Pengaruh positif itu berupa pengetahuan, motivasi untuk berkembang, dan keaktifan warga dalam kegiatan di luar dusun. Bahkan bukan tidak mungkin mereka akan mengalami kemajuan di bidang ekonomi yang tentunya akan berdampak positif kepada pendidikan anak-anak mereka, sehingga akan banyak sarjana-sarjana yang berasal dari sini.

Desas desus tentang akan dibukanya akses jalan di Dusun ini sebenarnya sudah terdengar kencang mulai tahun 2011 yang lalu, dimana mulai masuknya perusahaan-perusahaan besar yang bergerak dalam bidang penanaman sawit dan albasia. Entah bagaimana, apa yang terjadi tiba-tiba saja desas desus itu menghilang dengan sendirinya. Akhirnya masyarakat putus harapan lagi. Mereka hampir sudah tidak percaya pada kabar tentang akan di bukannya akses jalan darat. Sebenarnya masyarakat dusun Bagan Asam sangat antusias jika mendengar kalau ada kabar akan dibukanya akses jalan darat, tapi perasaan itu bercampur dengan ketidak percayaan terhadap janji-janji perusahaan yang akan membantu membuka aksesnya.

Kabar gembira itu terjadi saat salah satu masyarakat dusun Bagan Asam menjadi kepala desa. Harapan akan adanya akses jalan darat terbuka lebar kembali. Masyarakat banyak menaruh harapan-harapan besar terhadap kepala desa ini. Salah satunya adalah terwujudnya jalan darat Tidak sia-sia apa yang diharapkan oleh warga, banyak pembangunan yang sudah berjalan di dusun ini, salah satunya adalah telah berdirinya bangunan Posyandu (Pos pelayanan terpadu), dermaga kecil yang masih dalam proses pembangunan, dll.

Walaupun sudah ada pembangunan disana sini, namun belum memenuhi kepuasan warga Dusun Bagan Asam, dimana mereka masih menggunakan sampan dan speed boat sebagai alat transportasi utama. Di akhir tahun 2015 yang lalu juga sudah ada perencanaan akan di bukannya akses jalan darat, terdengar kabar bahwa pembukaan akases jalan ini akan dilakukan oleh swadaya masyarakat yang bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Entahlah apa yang terjadi, ditunggu-tunggu belum juga terealisasi. Bahkan hingga penulis menulis coretan ini rapat-rapat tentang pembukaan jalan darat ini masih berlangsung. Kabar yang terdengar nantinya pembukaan akses jalan darat ini akan di bantu oleh TNI, perusahaan, dan masyarakat. Terdengar kabar dinas PU yang akan mengkoordinir kegiatan ini.

Terlepas dari semua itu, masyarakat di Dusun Bagan Asam memang sangat memerlukan akses jalan darat. Akan banyak dampak positif yang timbul dari pembukaan jalan darat tersebut yang sudah penulis sampaikan sebelumnya. Semogalah akses jalan darat ini segera terealisasi sehingga masyarakat dengan mudah berpergian dan ekonomi pun akan segera meningkat. Penulis yang juga merupakan guru SMP di dusun Bagan Asam juga sangat mengharapkan adanya jalan darat, sehingga memudahkan segala urusan. Saat ini penulis dan warga sangat bergantung pada speed boat yang ongkosnya sangat mahal. Semogalah apa yang ditulis penulis ini bisa terwujud dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Bagan Asam, 21 April 2016
READ MORE - Dusun Bagan Asam Saat Ini Dan Jalan Darat Yang Belum Juga Terealisasi

Moment Wisuda M.Pd Universitas Tanjungpura (Oktober 2015)

With Friends

After Yudicium

With friends

With Mr. Datinus

READ MORE - Moment Wisuda M.Pd Universitas Tanjungpura (Oktober 2015)

Students need motivation from the teacher

Teacher as a role model in the school must be able to give motivation to the students, how can a teacher come to classroom without giving them motivation?, it is a common happen in the classroom when a teacher comes without giving motivation to students, the teacher do not care about them and he directs give the instructions. This is the fact that happen in our classroom nowadays, headmaster as the leader and manager in the school must take responsibility of this situation. Headmaster must control the situation in the schools and evaluation of teacher’s performance must be done regularly in order to the situation in the classroom as soon as can be overcome by the headmaster and teacher itself.

School is the place where teachers and learners interact each other, they take responsibility as their own roles. The success of the classroom in the learning process is mostly based on the teacher. Teacher must be able to control the classroom and the most important teacher should give motivation each classroom’s meeting. Starting the class with greeting them and give positive sentence is the first to do in motivation them.

Giving motivation is must! If teacher start the class with smiling and give positive comment to the students, the classroom environment must be very positive and the students are ready to study. How can the teachers give motivation to the students? Or what ways?, it is easy to give students motivation, the common way is by giving them like a candy or presents if they have achievement, but this way need money, the other ways are the teachers can give appraisal to students that have good achievement, give positive notes to their books, or direct give them positive sentences like “good job”, “good students” or other positive words.


Many ways to give students motivation, it depends on the teachers!! ... students really need motivation from the teachers.

READ MORE - Students need motivation from the teacher

suplemen materi ajar bahasa inggris itu perlu!

Students in remote area
Awal tahun ajaran baru merupakan hal yang sibuk bagi semua guru, apalagi tahun ajaran yang baru ini kita sudah menggunakan kurikulum 2013 yang penerapannya sangat dipaksakan. implementasi kurikulum 2013 ini sangat terasa di sekolah yang letaknya jauh dari perkotaan dimana kekurangan guru masih terjadi disana sini serta kurangnya buku-buku referensi yang akan membuat kesulitan dalam menerapkan kurikulum tersebut. Gap yang sangat besar antara sekolah terpencil dengan sekolah perkotaan membuat kesulitan ini menjadi sangat lebar.
Latar belakang tamatan siswa juga menjadi kesulitan tersendiri dalam proses pembelajaran di awal-awal tahun ajaran, tetapi tidak bagi sekolah-sekolah yang berada di daerah perkotaan, rata-rata siswa sudah siap menerima pengajaran ke jenjang yang lebih tinggi lagi, dalam hal ini jenjang SMP dikarenakan latar belakang Sekolah Dasar yang sudah baik. 
Di daerah terpencil ada gap antara latar belakang pendidikan siswa di Sekolah Dasar dengan buku pelajaran yang tersedia, gap ini sangat terasa di awal-awal mengajar, dimana siswa memang tidak memiliki latar belakang pelajaran bahasa inggris, jadi masuk ke SMP adalah saat pertama kali mereka belajar bahasa tersebut dan perlu penyesuaian.
Dengan menggunakan existing books (buka yang tersedia), belum bisa menjembatani gap tersebut, siswa yang baru pertama kali belajar bahasa inggris akan mengalami kesulitan dalam menguasai materi yang se Indonesia itu sama, tentulah itu semua memerlukan waktu yang tidak sedikit untuk menyamakan standar kemampuan bahasa inggris siswa SMP.
Salah satu jalan yang bisa ditempuh oleh guru bahasa inggris adalah membuat supplemen materi yang dapat menjembatani gap antara kemampuan siswa dan buku yang tersedia, dengan membuat materia yang berdasarkan keinginan mereka dan dekat dengan pengalaman mereka, maka materi tersebut akan dengan mudah diterima, tentunya dengan tidak mengabaikan buku yang telah disediakan oleh pemerintah.
Penyesuaian suplemen materi juga harus dilakukan, misalnya dengan memasukan unsur-unsur budaya lokal, kebiasaan-kebiasaan siswa, ritual keagamaan lokal, dll. Tentunya pembuatan materi ajar ini tidaklah mudah, maka dari itu teman sejawat, kepala sekolah, penduduk lokal, dan komite sekolah bisa menjadi rekan dalam mendesain suplemen materi ini.
READ MORE - suplemen materi ajar bahasa inggris itu perlu!

Jalan-jalan di International Conference in Kuching ... (iCLS 2014)

Riverside Majestic Kuching Sarawak

front office of Riverside Majestic Hotel

Water Front

With the Presenter Dr. Gabshi

River Front

Water Front

Universiti Malaysia Sarawak
With Prof. Brian Tomlinson and Dr. Hitomi Masuhara

Whole class member

READ MORE - Jalan-jalan di International Conference in Kuching ... (iCLS 2014)

Manfaatkan lebar Papan tulis

Habis ide saat mengajar dengan segala kekurangan sering dirasakan guru yang mengajar di daerah terpencil, buku referensi tidak ada, komputer tidak ada dan bahkan teman sejawat juga tidak ada, dan apa yang harus dilakukan oleh guru dalam kondisi seperti ini?, tapi kebanyakan guru akan pasrah dan tetap mengajar apa adanya, tetap menggunakan buku yang mungkin sudah tidak terupdate, Kondisi seperti ini harus diatasi oleh guru sendiri karena tidak akan ada bantuan dari siapapun, sekali-sekali bisa lah bertanya kepada siswanya tentang materi yang sudah diajarkan, apakah mereka bisa menerimanya ataukah kebosanan yang melanda mereka? ...

Tentu kondisi seperti ini akan membawa kebosanan dalam kelas karena tidak ada fasilitas penunjang dan guru yang tidak kreatif dan tidak berkembang akan menjadi sumber kebosanan tersebut. Sebagai guru yang bertugas di daerah terpencil dengan segala kekurangan tentunya sering mengalami hal seperti itu, tetapi tidak lah menyerah ... Papan tulis (White board/white board) ya, itulah yang bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh guru, terlihat sepele dan sangat umum, tetapi jika guru memaksimalkan penggunaan papa tulis secara aktif dan efektif bahkan itu bisa menjadi menarik dan kelaspun bisa hidup dan yang terpenting siswa tidak mengalami kebosanan dalam pembelajaran dalam kelas.

Apasaja yang bisa dilakukan dengan papan tulis? banyak dan banyak sekali, yang sederhana adalah kita menyediakan spidol atau kapur yang berwarna terlebih dahulu, pastikan juga guru tidak ragu-ragu untuk menggambar sesuai dengan tema pembahasan. Berbicara sepanjang waktu pelajaran adalah bukan hal yang menarik untuk siswa serta mengerjakan tugas sepanjang pelajaran juga membuat pelajaran menjadi membosankan. Mencatat keyword atau kata kunci adalah hal yang menarik bagi siswa apalagi dibuat berwarna karena ada banyak siswa yang gaya belajarnya melalui visual atau penglihatan dan ini akan memudahakan ingatannya. Cobalah menggambar sesuatu yang ada kaitannya dengan tema pemelajaran, misalnya jika sedang membahas tentang alam, cobalah menggambar gunung atau sungai atau hutan dan itu akan merangsang siswa untuk termotivasi untuk belajar dan tentunya belajar akan menyenangkan. 

Disamping itu, cobalah membagi papan tulis menjadi dua bagian dengan menggunakan spidol, setiap sisi baik kanan maupun kiri mempunyai fungsinya masing-masing, misalnya sisi sebelah kanan untuk pelajaran bahasa inggris bisa digunakan untuk kosakata atau vocabulary dan yang sebelah kiri untuk membuat kalimat atau grammar. Kalau bisa pergunakan juga spidol yang berwarna supaya terlihat perbedaan yang ingin kita tekankan. Jadi sebenarnya pembelajaran itu tergantung kreatifitas guru, semua fasilitas yang ada di dalam kelas merupakan media yang bisa digunakan dalam pembelajaran, tidaklah harus terkoneksi dengan internet dan listrik melulu. semoga lah semua guru bisa kreatif dalam menggunakan media pembelajaran baik di kota maupun di daerah terpencil ...
READ MORE - Manfaatkan lebar Papan tulis